Postingan

Menampilkan postingan dengan label Harapan Semu dari Perjudian

Tirai Kesunyian di Negeri Cahaya Semu

Gambar
Pada zaman tatkala embun masih dipandang sebagai mutiara langit, ketika desir angin dibaca sebagai petuah alam, dan setiap fajar disambut dengan syukur yang bening, hiduplah seorang pemuda bernama Arya. Ia bukan putra mahapatih, bukan pula darah bangsawan yang disegani. Ia hanyalah anak desa, pewaris kelembutan hati ibunya dan keteguhan tangan ayahnya yang sepanjang hidup mencari nafkah dengan peluh yang jujur. Negeri tempat Arya berpijak dahulu termasyhur sebagai tanah yang makmur. Sawah menghampar bagai permadani zamrud, sungai mengalir laksana urat nadi kehidupan, dan hutan-hutan tua menjadi penjaga keselarasan bumi. Di negeri itu, kerja keras dimuliakan sebagai mahkota kehormatan, sedangkan kejujuran dijunjung lebih tinggi daripada emas. Namun, roda zaman tiada pernah berhenti berputar. Datanglah suatu cahaya yang bukan berasal dari matahari, bukan pula dari rembulan. Cahaya itu lahir dari kotak-kotak kecil yang selalu digenggam manusia. Kilauannya memesona, bunyinya bergemerincing...