Pesta Babi: Ketika Film Dokumenter Menampar Kesadaran Bangsa
Nasional - Di negeri yang terlalu sering sibuk merawat pencitraan, film dokumenter hadir seperti batu yang dilempar ke kaca istana. Ia tidak datang membawa hiburan murahan, tidak menawarkan superhero berkostum, tidak pula menyajikan kisah cinta picisan yang meninabobokan penonton. Film dokumenter justru bekerja dengan cara paling berbahaya: memperlihatkan kenyataan. Di titik itulah film Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono menjadi penting. Film ini bukan sekadar tontonan, melainkan gugatan terbuka terhadap wajah kekuasaan modern yang semakin lihai menyembunyikan kerakusan di balik slogan pembangunan. Dokumenter ini terasa seperti tamparan keras bagi publik yang selama ini dijejali narasi tunggal tentang nasionalisme, kemajuan, dan swasembada pangan. Penonton dipaksa melihat bahwa di balik proyek-proyek raksasa negara, ada tanah yang menangis, ada masyarakat adat yang tersingkir, dan ada ruang hidup yang perlahan hilang dari peta kemanusiaan. Film ini lahir bukan dari kenyamanan, tetapi ...