Pacitan Adem Ayem Tentrem, Tapi Untuk Siapa?
Pacitan - Di sudut-sudut kota hingga desa, slogan “Pacitan Adem Ayem Tentrem” begitu akrab di telinga masyarakat. Kalimat itu terdengar menenangkan, seolah menggambarkan sebuah daerah yang damai, nyaman, dan penuh ketentraman. Namun belakangan ini, saya justru sering bertanya dalam hati: apakah benar masyarakat sedang merasakan adem ayem itu? Atau jangan-jangan, yang benar-benar adem hanyalah para pejabatnya, sementara rakyat dipaksa bertahan dalam keadaan yang makin sesak? Hari-hari ini cuaca terasa panas menyengat. Tetapi panas yang sebenarnya bukan hanya datang dari terik matahari. Panas itu datang dari kehidupan yang makin berat dijalani masyarakat kecil. Harga kebutuhan pokok perlahan naik, biaya hidup terasa menekan, pekerjaan makin sulit, sementara nilai rupiah terus melemah di hadapan dollar. Ironisnya, di tengah kondisi seperti itu, masyarakat justru mendengar pidato yang mengatakan bahwa dollar tidak berpengaruh bagi orang desa. Pernyataan itu mungkin dimaksudkan untuk menena...