Cahaya yang Tak Bisa Dipahami, Sebuah Renungan Malam
Ada malam ketika dunia tampak diam. Tapi diam itu hanyalah ilusi. Di dalam diri kita, segala sesuatu tetap bergerak, bergelombang, dan menekan. Aku berdiri di tepi waktu, menatap langit hitam yang tak berbatas, sementara cahaya entah berasal dari bintang yang jauh, lampu yang samar, atau sesuatu yang tak terlihat menggetarkan diriku. Aku gemetar bukan karena cahaya itu hadir, tetapi karena sesuatu dalam diriku tersesat, tak menemukan jalan pulang. Cahaya selalu dianggap penerang, penuntun, dan pembimbing. Namun malam ini mengajarkanku bahwa cahaya bisa datang terlalu cepat. Ia seperti ingatan yang menembus ruang sebelum sempat diingat, seperti rasa yang hadir sebelum sempat dipahami. Ada kecepatan yang membuat kita terhanyut, sebelum kita sadar. Kita mencoba menahan, menangkis, atau mengabaikan, tapi cahaya itu telah menyusup, menempel di dalam, dan membuat tubuh serta pikiran terasa asing pada diri sendiri. Ada suara tanpa bunyi yang masuk melalui sela napas. Ia tidak bertanya, tidak ...