Trump Bagi-Bagi Uang, Bitcoin Meledak! Tapi… Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Pasar?

Pacitan - Dalam 24 jam terakhir, pasar kripto kembali menggila. Bitcoin (BTC) menanjak +4,75% dan mendarat mulus di $106.397 (IDR 1,77 Miliar) setelah menembus resistance krusial $105.000 yang kini berubah menjadi support baru.

Sementara itu, dominasi BTC (BTC.D) merangkak ke 60%, mempertegas siapa raja pasar yang sesungguhnya. Total kapitalisasi pasar kripto ikut melambung +4,40% menjadi $3,54 triliun.

Pasar kripto seperti baru disiram bensin lalu dinyalakan korek api meledak cepat, panas, dan bikin heboh.

Pertanyaannya: siapa yang menyalakan apinya?

Trump, Tariff Dividend, dan Efek Domino ke Crypto

Seluruh drama ini bermula dari pengumuman mengejutkan Presiden AS Donald Trump.

Dalam pidatonya, Trump memperkenalkan ide “tariff dividend” semacam cuan instan minimal $2.000 untuk setiap warga Amerika. Uang yang dibayarkan langsung, cash, tanpa syarat.

Langsung viral. Langsung gila.

Pasar langsung mengkalkulasi:

“Kalau satu negara superpower bagi-bagi uang, ke mana uang itu bakal lari? Deposito? Saham? Atau… crypto?”

Jawabannya sudah terlihat di grafik.

Bitcoin naik. Ethereum terbang. Solana meledak.

BTC +4,75% → $106.397

ETH +7% → $3.635

SOL +6,22% → $167

Dan reaksi pasar ini mengingatkan kita pada satu momen bersejarah:

Stimulus Check COVID 2020.

Dulu, satu cek $1.200 bisa mengangkat BTC dari $6.000 → $60.000.

Pertanyaannya:

Akankah “tariff dividend” menciptakan gelombang serupa? Atau ini hanya euforia sementara?

Efek Butterfly: Pemicu Naik atau Skema Lama yang Didaur Ulang?

Tak bisa dipungkiri, stimulus selalu punya efek domino.

Tapi publik bertanya-tanya:

Apakah Trump benar-benar peduli ekonomi rakyat, atau hanya ingin memompa pasar sebelum agenda besar politiknya berjalan?

Apakah ini trik politik atau kebijakan ekonomi?

Atau jangan-jangan… kripto memang sengaja dinaikkan untuk menciptakan narasi positif?

Sementara rakyat AS sibuk menghitung-hitung “uang gratis”, para trader crypto justru menatap chart dengan senyum lebar.

Fenomena 2020 berulang? Sangat mungkin.

Tapi ada satu hal yang bikin banyak analis garuk kepala…

Kontras Tajam: Arus Keluar ETF Justru Mengkhawatirkan!

Di tengah euforia kenaikan harga, ETF institusional malah kabur dari pasar.

Dan jumlahnya tidak main-main.

Bitcoin Spot ETF Outflow (3–7 November): -$1,22 Miliar

Rekor tekanan jual:

4 November: -$577,74 Juta

7 November: -$558,44 Juta

Ethereum Spot ETF Outflow: -$507,83 Juta

Puncak outflow:

4 November: -$219,37 Juta

3 November: -$135,76 Juta

Ini aneh.

Sangat aneh.

Bitcoin dan altcoin melonjak.

Sentimen retail positif.

Trump memompa hype.

Tapi institusi besar… malah keluar?

Pertanyaannya:

"Apakah kenaikan ini benar-benar organik? Atau ada kekuatan besar yang sedang “mengatur panggung?"

Kenapa Institusi Kabur Saat Retail Baru Masuk?

Ada dua kemungkinan dan keduanya kontroversial:

1. Institusi Sedang Melikuidasi untuk Biaya Akhir Tahun

Mereka melepas posisi, retail membeli.

Game klasik:

“Buy the hype, dump the hope.”

2. Institusi Tahu Sesuatu yang Tidak Kita Ketahui

Apakah Trump’s tariff dividend hanya euforia jangka pendek?

Apakah pasar siap menghadapi guncangan ekonomi lain yang belum diumumkan pemerintah?

Atau…

Apakah institusi sengaja menurunkan tekanan beli agar bisa masuk lagi di harga lebih murah?

Semua masih misteri.

Tapi satu hal jelas:

"Jika ritel terlalu cepat bersorak, sejarah menunjukkan itu momen institusi mulai menekan tombol jual".

Rally atau Ilusi? Publik Mulai Bertanya…

Pasar kripto sedang dalam fase paling menarik di 2025.

Harga naik kencang.

Sentimen publik membara.

Trump memantik api.

Retail berbondong-bondong masuk.

Namun di sudut gelap pasar, institusi silently keluar dengan senyum misterius.

Lalu pertanyaannya:

Apakah bull run 2025 baru saja dimulai?

Atau ini hanya “jebakan pasar paling rapi” dalam sejarah kripto modern?

Jika stimulus benar-benar cair, apakah Bitcoin bisa menuju $120.000? Atau bahkan $150.000?

Atau justru pasar sedang dinaikkan untuk dijatuhkan dengan lebih keras?

Jawabannya masih mengambang. Tapi satu hal pasti:

Drama kripto belum selesai.

Dan pasar selalu menyukai satu hal: ketidakpastian.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno S.E

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melewati Masa Bujangan dengan Penuh Makna

Membongkar Tabir Gelap: Fenomena Praktik Esek-Esek Terselubung di Pacitan

TIARA HILLS HOMESTAY AND CAMPING GROUND