IHSG Bergerak Variatif, Investor Pantau Sentimen The Fed
Pacitan - Memasuki awal bulan Desember 2025, pasar saham Indonesia kembali berada dalam fase konsolidasi. Pada perdagangan Jumat, 28 November 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi -0,43% atau turun 37,16 poin ke level 8.508. Tekanan jual menjelang akhir pekan datang seiring aksi outflow investor asing yang cukup deras, yakni mencapai Rp1,02 triliun di seluruh pasar.
Namun secara keseluruhan, kinerja IHSG dalam sepekan masih cukup solid. Selama periode 25-28 November 2025, IHSG mencatatkan kenaikan +1,12%, didukung inflow asing senilai Rp992 miliar. Ini menunjukkan minat investor global masih berimbang, meski volatilitas meningkat.
PMI Manufaktur Indonesia Menguat
Kabar positif datang dari indikator ekonomi domestik. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2025 tercatat di level 53,3, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya. Angka ini menandakan ekspansi yang lebih kuat, terutama didorong:
- Jumlah pesanan baru yang meningkat
- Output produksi yang bertambah
- Kenaikan tenaga kerja di sektor manufaktur
Meskipun demikian, pelaku industri masih berhati-hati. Kepercayaan bisnis menurun akibat kombinasi dari:
- Ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi
- Tekanan biaya produksi
- Fluktuasi nilai tukar rupiah
Dinamika tersebut membuat investor lebih waspada terhadap prospek ekonomi kuartal akhir tahun.
Wall Street Menguat Terbatas
Dari pasar global, Bursa Wall Street mengakhiri akhir pekan dengan kenaikan moderat:
- Nasdaq: +0.65%
- Dow Jones: +0.61% (28/11)
Kenaikan ini ditopang oleh spekulasi pergantian Ketua Federal Reserve. Meski masa jabatan Jerome Powell baru berakhir pada Mei 2026, rumor pencarian kandidat baru mulai mempengaruhi sentimen pasar. Pelaku pasar menilai perubahan kepemimpinan dapat mengubah arah kebijakan moneter AS.
Akhir pekan ini, perhatian investor global tertuju pada dua data penting:
- PCE Index (indikator inflasi acuan The Fed)
- Michigan Consumer Sentiment
Hasil kedua indikator tersebut akan menjadi sinyal penting menjelang pertemuan Federal Reserve minggu depan.
Bursa Asia Terkoreksi
Di kawasan Asia Pasifik, pasar saham dibuka dalam tekanan pada awal pekan ini:
- Nikkei: -1,33%
- KOSPI: -0,73% (1/12, intraday)
Koreksi ini disebabkan kekhawatiran terkait melambatnya pemulihan ekonomi Tiongkok dan potensi perubahan kebijakan moneter di AS yang dapat memperkuat dolar.
Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Dengan beragam sentimen dari dalam maupun luar negeri, IHSG pada Senin, 1 Desember 2025 diproyeksikan bergerak variatif dalam range:
8.450 – 8.600
Pelaku pasar disarankan memperhatikan:
- Pergerakan nilai tukar rupiah
- Aksi jual/beli investor asing pada sesi pembukaan
- Rilis data ekonomi AS yang akan datang
Sektor-sektor defensif yang masih kuat menghadapi volatilitas
Sektor yang berpotensi menarik antara lain perbankan besar, konsumsi primer, dan manufaktur yang diuntungkan oleh peningkatan PMI.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno, S.E
Disclaimer : Investasi saham mengandung risiko dan seluruh keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun berdasarkan riset internal perusahaan dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Artikel ini bukan rekomendasi, ajakan, atau paksaan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; pastikan Anda berinvestasi berdasarkan pertimbangan pribadi dan profil risiko masing-masing.


Komentar
Posting Komentar