Harga Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah 7 Bulan, Apakah Ini Tanda Kehancuran atau Justru Kesempatan Emas?

Pacitan - Dalam beberapa hari terakhir, dunia kripto kembali diguncang. Bitcoin terjun bebas hingga menyentuh US$90.000, level yang belum pernah terlihat selama tujuh bulan terakhir. 

Bagi sebagian orang, ini adalah tanda bahaya. Namun bagi sebagian lainnya, ini justru terasa seperti “bisikan rahasia” pasar sebuah kesempatan yang disiapkan oleh tangan-tangan tak terlihat.

Anda ada di pihak yang mana? Panik atau justru ikut senyum-senyum?

Data terbaru dari Swissblock menunjukkan hal yang menarik bahkan aneh. Pasokan Short-Term Holder (STH) yang sedang merugi melonjak ke level ekstrem yang, anehnya, selama ini selalu muncul sebelum Bitcoin bangkit.

Yang lebih mengejutkan, mereka tidak menjual. 

Tidak panik.

Tidak ikut teriak “BEARISH!!”.

Apa ini artinya mereka tahu sesuatu yang tidak kita tahu?

Setiap kali tekanan mencapai titik seperti ini, sejarah menunjukkan satu hal: Bitcoin biasanya sedang membangun dasar sebelum terbang.

Jadi siapa sebenarnya yang salah langkah?

Para trader panik yang menjual?

Atau para holder yang tetap diam, tenang, dan seolah sedang menunggu ledakan berikutnya?

20.167 BTC Keluar dari Exchange dalam 24 Jam Siapa yang Membeli di Saat Semua Takut?

Hanya dalam sehari, lebih dari 20.167 BTC bernilai US$1,82 miliar keluar dari bursa.



Artinya apa?

Biasanya, koin keluar dari exchange ketika orang ingin menyimpan, bukan jualan.

Dengan kata lain:

Ada yang belanja besar-besaran saat orang lain gemetar.

Siapa mereka?

Whale? Institusi? Smart money?

Atau… para pemain lama yang sudah tahu bahwa badai ini cuma gangguan kecil sebelum kenaikan berikutnya?

Jika benar mereka membeli, maka pertanyaan berikutnya menjadi semakin penting:

Kalau mereka menganggap ini kesempatan… kenapa kita justru takut?

BTC Bertahan di US$89.800 Apakah Ini Benteng Terakhir Sebelum Rebound?

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin masih bergerak di sekitar US$90.331, bertahan di atas zona kritis US$89.800.



Ini bukan angka biasa.

Ini adalah level yang sering menjadi pemicu dua kemungkinan:

1. Rebound besar menuju US$95.000, jika para investor yang sedang mengakumulasi benar-benar mendorong momentum naik.

2. Breakdown ke US$86.822, jika pasar tiba-tiba kehilangan kepercayaan dan memicu drama baru.

Mana yang lebih mungkin?

Data menunjukkan tekanan sudah mulai mereda.

Holder tidak panik.

Outflow meningkat.

Akumulasi berjalan.

Tapi tetap saja…

Pasar kripto terkenal penuh kejutan.

Yang Jadi Pertanyaan Besar:

Harga Turun Karena Tekanan Pasar… atau Karena Ada yang Sengaja Menggiring Pasar?

Setiap kali Bitcoin turun dalam, pola yang sama selalu muncul:

Ada yang beli banyak saat orang lain panik.



Apakah ini hanya kebetulan?

Apakah benar ini “penurunan alami”? Atau sebenarnya ada permainan besar yang sedang dirancang?

Jika para pemain besar sedang mengumpulkan Bitcoin dengan harga diskon, maka satu hal menjadi jelas:

Penurunan ini bukan akhir… tapi undangan diam-diam untuk mereka yang berani.

Turun Bukan Berarti Kiamat Mungkin Justru Ini Perangkap Manis untuk Mereka yang Takut

Bitcoin pernah jatuh lebih dalam dari ini berulang kali.

Dan setiap kali, dia kembali membuat rekor baru.

Jadi pertanyaannya:

Anda ikut panik atau ikut akumulasi?

Anda percaya pada fear… atau pada pola sejarah?

Anda lihat ini sebagai ancaman… atau hadiah tersembunyi?

Sebab dalam dunia kripto, hanya ada dua jenis orang:

yang kalah karena takut, dan yang menang karena berani melangkah ketika orang lain mundur.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno, S.E

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melewati Masa Bujangan dengan Penuh Makna

Membongkar Tabir Gelap: Fenomena Praktik Esek-Esek Terselubung di Pacitan

TIARA HILLS HOMESTAY AND CAMPING GROUND