Trump Ngamuk ke Netanyahu! Qatar Dibom Israel, Dunia Arab Panas, Perang Dunia III di Depan Mata?


Internasional - Dunia internasional kembali diguncang! Serangan udara Israel ke sebuah gedung di Doha, Qatar, pada 9 September 2025 bukan hanya tragedi diplomatik biasa. Inilah titik rawan yang bisa mengguncang stabilitas global, bahkan memicu sesuatu yang lebih besar: Perang Dunia ke-3.

Tel Aviv mengklaim serangan itu menargetkan markas Hamas, tetapi nyatanya lima orang tewas, termasuk pejabat keamanan Qatar. Fatalnya lagi, Qatar bukan negara kecil tanpa arti ia sekutu strategis Amerika Serikat, pemain penting dalam energi dunia, dan mediator utama gencatan senjata di Gaza. Dengan kata lain, Israel bukan hanya menantang Hamas, melainkan juga menodai sekutunya sendiri.

Trump “Mencak-Mencak”, Netanyahu Nekat

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), Presiden Donald Trump langsung meledak marah begitu mendengar kabar Tel Aviv menyerang Qatar. Ia menilai langkah Netanyahu “bodoh” dan berpotensi menyeret kawasan ke jurang perang besar.

Namun yang lebih ironis, sehari kemudian Trump justru menelepon Netanyahu lagi dengan nada sinis, menanyakan apakah serangan itu sukses. Jawaban Netanyahu? Ragu-ragu. Seolah mengakui serangan itu tidak berjalan sesuai harapan.

Apakah ini bukan bukti nyata bahwa dunia kini dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang bertindak emosional, impulsif, dan mengabaikan konsekuensi jangka panjang?

Qatar dan Dunia Arab Bangkit?

Qatar bereaksi keras. Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyebut Israel pengecut dan melanggar hukum internasional. Lebih dari itu, ia menegaskan negara-negara Arab dan Muslim sedang berkonsultasi untuk menyiapkan respons.

Jika Qatar benar-benar menggandeng negara-negara Arab lain, maka Israel akan menghadapi ancaman blok kolektif yang bukan main-main. Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Turki, bahkan Iran bisa jadi menemukan momentum untuk menekan Tel Aviv. Inilah situasi yang bisa menyalakan api besar perang regional.

Dari Konflik Regional Menuju Perang Dunia III

Sejarah selalu berulang. Perang Dunia I pecah karena pembunuhan seorang bangsawan di Sarajevo. Perang Dunia II meledak akibat invasi Jerman ke Polandia. Keduanya bermula dari konflik yang dianggap “lokal”, tetapi membesar karena rantai aliansi dan kepentingan geopolitik.

Kini, Israel menyerang Qatar sekutu utama Amerika. Jika Qatar menggandeng negara-negara Arab untuk melawan balik, Amerika otomatis terseret. Rusia dan Tiongkok, yang selama ini punya kepentingan di Timur Tengah, tentu tidak akan tinggal diam. Dunia pun bisa terjerumus dalam skenario paling menakutkan: Perang Dunia ke-3.

Dunia di Ujung Jurang

Apakah kita sedang melihat babak pembuka perang global? Jawabannya: sangat mungkin. Selama ego para pemimpin besar lebih dominan daripada nalar, selama kepentingan politik jangka pendek mengalahkan diplomasi, maka setiap bom yang jatuh bisa menjadi percikan perang dunia.

Dunia seolah berjalan di atas bara api. Dan percikan kecil di Doha bisa saja jadi kobaran api yang melahap seluruh planet.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno S.E


Disclaimer : Artikel ini ditulis oleh aktivis sekaligus jurnalis media, yang melalui pengamatan dan juga investigasi sebelum diterbitkan dalam bentuk karya tulis. Namun penulis sendiri tidak menyudutkan ke siapapun hanya ingin memberikan ruang pemikiran yang jernih sebagai bentuk kepedulian penulis terhadap keadaan yang memilukan saat ini terkait isu internasional yang menggemparkan dunia yaitu kemarahan Trump terhadap Netanyahu adanya pengeboman oleh Israel terhadap Qatar. Maka dari itu dengan ini penulis merasa tergugah untuk memberikan sumbangsih berupa buah pemikiran yang saya tuangkan dalam opini. 

Tulisan ini adalah opini pribadi penulis yang bersifat spekulatif dan analitis. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menghasut, menyebarkan kebencian, atau mengklaim kepastian terjadinya perang dunia, melainkan sebagai refleksi kritis atas eskalasi politik global. Semua informasi yang dikutip berasal dari laporan media internasional yang kredibel, sementara analisis dan kesimpulan merupakan interpretasi subjektif penulis.

Penulis sendiri sudah terbiasa menulis dengan sudut pandang kritis terhadap isu sosial, politik, dan hubungan internasional. Maka dari itu opini ini ditulis untuk mendorong pembaca berpikir kritis dan tidak menelan bulat-bulat narasi geopolitik yang didorong elite global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melewati Masa Bujangan dengan Penuh Makna

Membongkar Tabir Gelap: Fenomena Praktik Esek-Esek Terselubung di Pacitan

TIARA HILLS HOMESTAY AND CAMPING GROUND