Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Cinta

Bayang-Bayang di Balik Kembang Senja

Gambar
Pada masa ketika desir angin masih dianggap utusan alam, ketika dedaunan yang gugur dibaca sebagai perlambang isi kalbu, dan ketika segala rasa lebih sering dipendam daripada diucapkan, hiduplah seorang pengelana muda bernama Aruna. Pada suatu petang yang lengang, tatkala cahaya surya mulai tenggelam di balik pucuk-pucuk pepohonan, berjumpalah ia dengan seorang dara yang oleh orang-orang di kampung hanya disebut Sekar Wening. Parasnya teduh laksana rembulan pada malam purnama, tetapi hatinya tersimpan rapat bagaikan mutiara di dasar samudra. Aruna menatap dara itu dengan penuh hormat. "Wahai putri yang elok budinya," tuturnya perlahan, "kiranya berkenankah paduka menerima hidangan sederhana sebagai penawar penat perjalanan?" Sang dara hanya menggeleng perlahan. "Hamba tiada berkehendak." Pemuda itu kembali merendahkan suaranya. "Janganlah sungkan. Pilihlah santapan apa pun yang kiranya berkenan di hati. Segala ikhtiar akan hamba usahakan." Sekar ...

Di Antara Doa yang Tidak Dijawab dan Harapan yang Belum Padam

Gambar
Setelah malam itu, aku tidak lagi mengirim banyak pesan. Bukan karena aku telah berhenti menyayanginya. Bukan pula karena aku tiba-tiba pandai melupakan. Aku hanya sedang belajar menerima bahwa ada saatnya cinta harus duduk diam dan tidak mengetuk pintu yang sudah ditutup oleh pemiliknya. Hari-hari kembali berjalan seperti semula. Pagi datang dengan cahaya yang sama. Senja kembali turun dengan warna yang serupa. Orang-orang lalu-lalang seperti biasanya. Namun ada sesuatu di dalam diriku yang telah berubah. Aku menjadi seorang pengembara yang membawa satu nama di dalam ingatan dan satu pertanyaan di dalam hati. Sesekali aku masih membuka jendela percakapan kami. Kubaca kembali kata demi kata yang pernah kami tulis. Ada sapaan yang dulu membuatku tersenyum. Ada candaan kecil yang dahulu terasa begitu hangat. Dan ada beberapa kalimat mesra yang kini berubah menjadi peninggalan masa lalu. Aneh sekali. Tulisan yang sama, ketika dibaca pada waktu yang berbeda, dapat melahirkan perasaan yang ...

Ketika Bunga yang Dinanti Ternyata Telah Berlabuh di Taman Orang Lain

Gambar
Maka tibalah suatu petang yang langitnya tidak terlalu mendung dan tidak pula benar-benar cerah. Matahari perlahan turun ke peraduannya, seolah enggan menyaksikan sebuah harapan yang hendak ditutup oleh takdir. Aku kembali memberanikan diri. Bukan dengan kata-kata yang agung sebagaimana para pujangga menulis syair untuk putri raja. Bukan pula dengan janji-janji yang dapat mengguncang dunia. Aku hanya mengirimkan beberapa kata yang sederhana. "Sayang kamu aku." Sesederhana itu. Namun sering kali, justru kata-kata yang sederhana itulah yang memikul harapan paling berat. Aku menunggu. Sesaat. Dua saat. Lalu datanglah balasan. "Aku enggak." Hanya dua kata. Pendek. Ringan. Namun jatuh di dada seperti batu yang dilemparkan ke permukaan telaga yang tenang. Belum sempat aku mengerti arti gelombang yang ditimbulkannya, datang lagi satu kalimat. "Aku udah ada yang lain." Pada saat itu, waktu seakan berhenti berjalan. Suara-suara di sekitarku mendadak menjadi jauh. A...

Gadis yang Kembali dari Lorong Waktu, Lalu Pergi Sebelum Fajar Menyingsing

Gambar
Ada beberapa perjumpaan di dunia ini yang tidak dapat diterangkan oleh akal manusia. Ia datang seperti angin yang tidak berwujud; tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Ia hadir hanya sekejap, lalu pergi meninggalkan gema yang bertahun-tahun masih terdengar di dalam dada. Aku percaya, setiap manusia mempunyai satu nama yang tidak pernah benar-benar pergi dari ingatan. Nama itu mungkin tidak lagi dipanggil, wajahnya mungkin mulai samar dimakan usia, tetapi kehadirannya diam-diam hidup di suatu ruang rahasia dalam hati. Demikian pula kisahku. Pada suatu masa yang telah lampau, ketika pepohonan di tepi jalan masih tampak lebih hijau dan matahari terasa lebih hangat, aku pernah jatuh cinta kepada seorang gadis yang masih mengenakan seragam putih abu-abu. Kala itu aku telah bekerja. Aku telah mengenal kerasnya kehidupan, mengerti betapa sulitnya mencari nafkah, dan mulai memahami bahwa dunia tidak selalu berjalan menurut kehendak manusia. Sedangkan dirinya masih berada di gerbang masa muda...