Gadis yang Kembali dari Lorong Waktu, Lalu Pergi Sebelum Fajar Menyingsing
Ada beberapa perjumpaan di dunia ini yang tidak dapat diterangkan oleh akal manusia. Ia datang seperti angin yang tidak berwujud; tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Ia hadir hanya sekejap, lalu pergi meninggalkan gema yang bertahun-tahun masih terdengar di dalam dada. Aku percaya, setiap manusia mempunyai satu nama yang tidak pernah benar-benar pergi dari ingatan. Nama itu mungkin tidak lagi dipanggil, wajahnya mungkin mulai samar dimakan usia, tetapi kehadirannya diam-diam hidup di suatu ruang rahasia dalam hati. Demikian pula kisahku. Pada suatu masa yang telah lampau, ketika pepohonan di tepi jalan masih tampak lebih hijau dan matahari terasa lebih hangat, aku pernah jatuh cinta kepada seorang gadis yang masih mengenakan seragam putih abu-abu. Kala itu aku telah bekerja. Aku telah mengenal kerasnya kehidupan, mengerti betapa sulitnya mencari nafkah, dan mulai memahami bahwa dunia tidak selalu berjalan menurut kehendak manusia. Sedangkan dirinya masih berada di gerbang masa muda...