Semboyan Presisi dan Realita: Antara Janji dan Luka Rakyat
Nasional - Di tengah hiruk-pikuk janji reformasi kepolisian, rakyat masih menyaksikan tragedi yang seharusnya tak perlu terjadi. Jalanan bukan lagi sekadar arena lalu lintas, melainkan medan pertempuran yang menelan nyawa manusia biasa. “Selama rakyat masih bisa mati di tangan aparat, semboyan Presisi tidak lebih dari slogan kosong.” Kalimat ini terdengar keras, namun menggambarkan kenyataan pahit yang kerap kita saksikan. Presisi yang Dijanjikan Kepolisian Republik Indonesia memperkenalkan konsep Presisi, Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan sebagai wajah baru penegakan hukum. Sebuah jargon yang terdengar megah: polisi yang lebih manusiawi, dekat dengan rakyat, dan adil dalam menegakkan hukum. Namun, jargon itu nyatanya kerap berhenti di spanduk, baliho, atau konten media sosial resmi. Di lapangan, rakyat kecil masih sering menjadi korban nyawa bisa melayang tanpa keadilan yang nyata. Rakyat vs Aparat: Luka yang Berulang Tragedi demi tragedi masih terjadi. Berita tenta...