Dadio Lakon Ojo Dadi Penonton, Saat Hidup Cuma Jadi Bahan Tertawaan dan Rasan-Rasan
Pacitan - Di zaman serba komentar ini, banyak orang ingin terlihat tahu segalanya tapi lupa caranya merasakan. Semua berlomba bicara paling keras, paling benar, paling bijak, tapi lupa turun ke jalan dan ikut berpeluh. Makanya aku selalu bilang, “Dadio lakon, ojo dadi penonton.” Karena di dunia ini, yang cuma menonton nggak akan pernah paham getirnya perjuangan. Orang bisa bebas berkomentar, bebas menilai, bebas mencemooh. Tapi ketika disuruh ganti posisi jadi pelaku, semua bungkam. Sekarang, susah malah dijadikan guyon, dan guyon sering dijadikan bahan hinaan. Yang kerja keras dibilang sok kuat, yang gagal dibilang bodoh, dan yang jujur dibilang pencitraan. Sementara yang paling enak adalah posisi paling aman: jadi rasan-rasan. Dari Pena ke Jalanan Aku dulu cuma jurnalis. Menulis kisah perjuangan orang lain dengan kata-kata. Tapi semakin sering menulis, aku merasa cuma seperti penonton di tribun kehidupan. Lihat, catat, dan pulang tanpa ikut berdarah. Sampai akhirnya aku sadar ka...