Pacitan Adem Ayem Tentrem, Tapi Siapa yang Benar-Benar Tentram?
Pacitan - Pacitan selalu diperkenalkan sebagai kota yang adem, ayem, dan tentrem. Sebuah daerah yang tenang, religius, penuh tata krama, jauh dari hiruk pikuk konflik sosial. Slogan itu dipasang di berbagai ruang publik, diucapkan pejabat, diulang dalam pidato, bahkan perlahan menjadi identitas yang diwariskan turun-temurun kepada masyarakat. Namun hari ini, saya mulai merasa ada sesuatu yang janggal. Sebab di balik wajah Pacitan yang terlihat tenang, sesungguhnya sedang tumbuh kegelisahan yang pelan-pelan dipendam rakyatnya sendiri. Kita hidup di zaman ketika rakyat dipaksa terlihat baik-baik saja, meskipun kenyataannya banyak yang sedang tidak baik-baik saja. Harga kebutuhan pokok naik. Lapangan pekerjaan semakin sulit. Anak muda bingung mencari masa depan. Pedagang kecil bertahan dengan penghasilan pas-pasan. Petani menjerit karena biaya produksi terus membengkak. Nelayan mengeluhkan biaya operasional yang mahal. Tetapi di saat bersamaan, publik terus dijejali narasi tentang stabili...